Monday, August 19, 2013

Pembantaian di Mesir, Kenapa Dunia Internasional Diam


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Tohari mengutuk tindakan penanganan militer dalam menghadapi demonstran. Sebab, ratusan korban jiwa melayang akibat bentrokan berdarah di Mesir.
"Apa yang terjadi di Kairo sama dengan Tiananmen, Cina, kok dunia internasional tidak mengecam. Ini pembantaian," kata Hajriyanto di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/8/2013).
Hajriyanto mendorong pemerintah sebagai negara muslim agar memberikan solusi jalan tengah penyelesaian konflik berdarah tersebut. Politisi Golkar itu mengecam kudeta yang dilakukan militer terhadap Presiden Mursi.
"Pemilu dipilih langsung oleh rakyat dan mutlak dihormati. Kalau dijatuhkan ditengah jalan, rakyat tidak akan pernah percaya kepada pemerintah," tuturnya.
Hajriyanto mengakui bila Mursi juga memiliki kesalahan yang tidak sedikit. Mursi, katanya, seharusnya menggandeng oposisi pada saat pemerintahan transisi. Namun yang dilakukan Mursi dengan sering mengeluarkan dekrit penunjukan gubernur.
"Harus mendengarkan oposisi, setumpuk kesalahan tidak cukup untuk kudeta," ujarnya.
Hajriyanto menyarankan agar Mursi dikembalikan secara simbolik sebagai presiden. Namun tidak diberi kuasa. Mesir kemudian disarankan menunjuk perdana menteri untuk menjalan pemerintahan dan menggelar pemilu ulang.
"Ini agar Mursi dan pendukungnya tidak kehilangan muka," ujarnya.

0 comment:

Post a Comment

Komentar dengan kata yang sopan dan bermutu :D